Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Indonesia. Show all posts

Monday, May 23, 2011

Orang Bodoh vs Orang Pandai

Orang ***** sulit dapat kerja, akhirnya berbisnis...
Agar bisnisnya berhasil, tentu dia harus rekrut orang pintar.
Walhasil boss-nya orang pintar adalah orang *****.

Orang ***** sering melakukan kesalahan,
maka dia rekrut orang pintar yang
tidak pernah salah untuk memperbaiki yang salah.
Walhasil orang ***** memerintahkan orang pintar untuk keperluan orang *****.

Orang pintar belajar untuk mendapatkan ijazah untuk selanjutnya
mencari kerja. Orang ***** berpikir secepatnya mendapatkan uang untuk
membayari proposal yang diajukan orang pintar.

Orang ***** tidak bisa membuat teks pidato,
maka dia menyuruh orang pintar untuk membuatnya.

Orang ***** kayaknya susah untuk lulus sekolah hukum (SH).
oleh karena itu orang ***** memerintahkan orang pintar
untuk membuat undang-undangnya orang *****.

Orang ***** biasanya jago cuap-cuap jual omongan,
sementara itu orang pintar percaya.
Tapi selanjutnya orang pintar menyesal karena telah mempercayai orang *****.
Tapi toh saat itu orang ***** sudah ada di atas.

Orang ***** berpikir pendek untuk memutuskan sesuatu yang dipikirkan
panjang-panjang oleh orang pintar. Walhasil orang orang pintar menjadi
staf-nya orang *****.

Saat bisnis orang ***** mengalami kelesuan,
dia PHK orang-orang pintar yang berkerja.
Tapi orang-orang pintar DEMO. Walhasil orang-orang pintar
'meratap-ratap' kepada orang ***** agar tetap diberikan pekerjaan.

Tapi saat bisnis orang ***** maju, orang pinter akan menghabiskan waktu
untuk bekerja keras dengan hati senang, sementara orang ***** menghabiskan
waktu untuk bersenang-senang dengan keluarganya.

Mata orang ***** selalu mencari apa yang bisa di jadikan duit.
Mata orang pintar selalu mencari kolom lowongan perkerjaan.

Bill gate (Microsoft), Dell, Hendri (Ford),
Thomas Alfa Edison, Tommy Suharto, Liem Siu Liong (BCA group).
Adalah contoh orang-orang yang tidak pernah dapat S1), tapi kemudian menjadi kaya.
Ribuan orang-orang pintar bekerja untuk mereka.
Dan puluhan ribu jiwa keluarga orang pintar bergantung pada orang *****.





***** : Budus

sumber

Wednesday, September 5, 2007

Wali Songo @ Sembilan Orang Wali


Maulana Malik Ibrahim

Sunan Ampel
Sunan Giri
Sunan Drajad

Sunan Bonang
Sunan Kudus
Sunan Muria

Sunan Kalijaga
Sunan Gunung Jati

Sumber Gambar

"Walisongo" bererti sembilan orang wali. Mereka adalah Maulana Malik Ibrahim, Sunan Ampel, Sunan Giri, Sunan Bonang, Sunan Dradjad, Sunan Kalijaga, Sunan Kudus, Sunan Muria, serta Sunan Gunung Jati.

Mereka tidak hidup pada waktu yang sama. Namun mempunyai kaitan antara satu sama lain. Maulana Malik Ibrahim adalah yang tertua. Sunan Ampel anak Maulana Malik Ibrahim. Sunan Giri adalah anak saudara Maulana Malik Ibrahim yang berarti juga sepupu Sunan Ampel. Sunan Bonang dan Sunan Drajad adalah anak Sunan Ampel. Sunan Kalijaga merupakan sahabat sekaligus murid Sunan Bonang. Sunan Muria anak Sunan Kalijaga. Sunan Kudus murid Sunan Kalijaga. Sunan Gunung Jati adalah sahabat para Sunan lain, kecuali Maulana Malik Ibrahim yang lebih dahulu meninggal.

Mereka tinggal di pantai utara Jawa dari awal abad 15 hingga pertengahan abad 16, di tiga wilayah penting. Yakni Surabaya-Gresik-Lamongan di Jawa Timur, Demak-Kudus-Muria di Jawa Tengah, serta Cirebon di Jawa Barat. Mereka adalah para intelektual yang menbawa perubahan dan pembaharuan masyarakat pada masanya. Mereka mengenalkan berbagai bentuk peradaban baru: mulai dari kesihatan, bercucuk tanam, berniaga, kebudayaan dan kesenian, kemasyarakatan hinggalah ke pemerintahan.

Pesantren Ampel Denta dan Giri adalah dua institusi pendidikan paling penting di masa itu. Dari Giri, peradaban Islam berkembang ke seluruh wilayah timur Nusantara. Sunan Giri dan Sunan Gunung Jati bukan hanya ulama, namun juga pemimpin pemerintahan. Sunan Giri, Bonang, Kalijaga, dan Kudus adalah kreator karya seni yang pengaruhnya masih terasa hingga sekarang. Sedangkan Sunan Muria adalah pendamping sejati kaum jelata.

Era Walisongo adalah era berakhirnya dominasi Hindu-Budha dalam budaya Nusantara untuk digantikan dengan kebudayaan Islam. Mereka adalah simbol penyebaran Islam di Indonesia. Khususnya di Jawa. Tentu banyak tokoh lain yang juga berperanan. Namun peranan mereka yang sangat besar dalam mendirikan Kerajaan Islam di Jawa, juga pengaruhnya terhadap kebudayaan masyarakat secara luas serta dakwah secara langsung, membuat "sembilan wali" ini lebih banyak disebut dibanding yang lain.

Masing-masing tokoh tersebut mempunyai peranan yang unik dalam penyebaran Islam. Mulai dari Maulana Malik Ibrahim yang menempatkan diri sebagai "tabib" bagi Kerajaan Hindu Majapahit; Sunan Giri yang disebut para kolonialis sebagai "paus dari Timur" hingga Sunan Kalijaga yang mencipta karya kesenian dengan menggunakan nuansa yang dapat dipahami masyarakat Jawa -yakni nuansa Hindu dan Budha .

Sumber


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Recent Post